Berita

Temu Usaha Kehutanan: Penyiapan Calon Debitur Prospektif BLU Pusat P2H di Pandeglang, Banten

Jakarta – BLU Pusat P2H menyelenggarakan temu usaha kehutanan di Pandeglang Provinsi Banten pada tanggal 16-17 Maret 2017 lalu. Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka menjaring pelaku usaha kehutanan yang prospektif untuk menjadi calon debitur dan calon pengelola usaha kehutanan on farm dan/atau off farm di Provinsi Banten.

Kegiatan ini diikuti oleh 72 orang yang berasal dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten, jajaran BPDAS Citarum Ciliwung serta kelompok tani binaannya, Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten serta  LMDH yang berada pada wilayah kerjanya, akademisi dari Univ. Sultan Ageng Tirtayasa dan Univ. Mataul Anwar serta penyuluh kehutanan yang berada dibawah koordinas Balai Pengelolaan Hutan Wil. Timur dan Wil. Barat Provinsi Banten.

Suasana Kegiatan Temu Usaha Kehutanan, Pandeglang, Banten.

Dua (2) skema yang ditawarkan oleh Pusat P2H yakni Skema Pinjaman dan Skema Bagi Hasil dan Syariah mendapat respon yang positif dari masyarakat pelaku usaha kehutanan, badan usaha maupun koperasi dan KTH yang hadir pada acara tersebut. Variasi usaha yang menjadi target pembiayaan pada acara ini terdiri dari pembiayaan on farm dan off farm.

Sebagai pengelola fasilitas dana bergulir, BLU Pusat P2H berupaya untuk menjembatani para pelaku usaha kehutanan on farm dan off farm, dengan pelaku usaha terkait supply bahan baku dan pasar dari produk kehutanan. Pada kesempatan ini akademisi menekankan betapa pentingnya penyelenggaraan kegiatan tersebut untuk membuka peluang usaha kehutanan seluas-luasnya kepada masyarakat. Serta dapat menunjang keberadaan usaha kehutanan yang berkelanjutan. Terdapat potensi lahan seluas ± 93.600 Ha pada daerah kelola BPDAS Citarum dan ±78.000 Ha dengan 196 LMDH terdapat pada Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten. Para pelaku usaha sangat diharapkan untuk berperan aktif dalam memanfaatkan peluang ini dengan baik.

Pada skema pembiayaan bagi hasil terdapat potensi pada lahan milik seluas ±247 Ha yang tersebar pada beberapa kecamatan yakni Sobang, Cigeulis, Cikedal dan Cimanggu. Sedangkan pada skema pinjaman terdapat potensi 11 calon debitur yang tergolong atas beberapa jenis usaha yakni, pengolahan gula semut, budidaya tanaman nilam pada areal perum perhutani, budidaya hasil hutan bukan kayu serta usaha penyediaan sarana produksi usaha kehutanan. Selain itu, juga terdapat kesepakatan dengan Yayasan Durian Nusantara berupa pelaksanaan MoU untuk pengembangan budidaya durian dengan pola integrated farming.

Ketersediaan lahan yang luas, sarana produksi yang memadai serta peluang pasar yang luas untuk melakukan usaha kehutanan baik didalam areal Perum Perhutani maupun pada wilayah BPDASHL Citarum Ciliwung merupakan sebuah potensi yang layak untuk dikembangkan. Suksesnya penyelenggaraan Temu Usaha Kehutanan di Provinsi Banten diharapkan dapat merangsang berkembangnya usaha kehutanan yang berbasis masyarakat di daerah Banten.