Perkapus Off Farm
Berita

Pusat P2H Sempurnakan Perkapus Pinjaman Usaha Kehutanan Khusus Off Farm – Permudah Pengajuan Pinjaman

Ayo share!

[vc_row][vc_column][vc_column_text]

(Senin, 8/10/2018) Pada pekan pertama Oktober, Pusat P2H menyelenggarakan acara dengan tajuk “Focus Group Discussion Penyempurnaan Peraturan Kepala Pusat P2H tentang Pedoman Permohonan Pembiayaan Fasilitas Dana Bergulir (FDB) Usaha Kehutanan Off Farm Skema Pinjaman” di Sanur, Bali (Kamis, 5/10).

Sempurnakan Perkapus FDB Pinjaman Khusus Off Farm

Berbicara mengenai penyempurnaan Peraturan Kepala Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan Nomor: P.2/P2H/APK/SET.1/11/2016, Pusat P2H mengundang peserta yang terdiri dari para pelaku usaha kehutanan di provinsi Bali, praktisi perbankan, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan Ditjen PHPL, Indonesian Light Wood Association (ILWA), KPH Wilayah Bali, serta akademisi dari IPB.

Acara tersebut dibuka oleh Kepala Pusat P2H, Ir. Agus Isnantio Rahmadi, M.Sc. dan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bali.

Dalam pembukaan, sejumlah apresiasi atas kinerja yang baik dialamatkan kepada Petugas Lapangan Pusat P2H yang secara aktif melakukan sosialisasi Fasilitas Dana Bergulir (FDB) kepada masyarakat pengusaha hutan di Bali. Keberadaan FDB diharapkan dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan fungsi ekologi di Bali.

Pusat P2H berikan Pedoman yang Jelas dan Kemudahan Persyaratan

Peraturan Kepala Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan Nomor: P.2/P2H/APK/SET.1/11/2016 perlu disempurnakan, sebab dalam perkembangan usaha kehutanan Off Farm banyak didapati pengajuan proposal pinjaman kepada Pusat P2H. Artinya masyarakat pelaku usaha kehutanan memberikan respon terhadap layanan yang disiapkan oleh Pusat P2H.

Pusat P2H adalah satu-satunya Satker di lingkup Kementerian LHK yang mengelola Dana Reboisasi (DR), dana ini sepenuhnya untuk pembangunan hutan artinya harus terkait dengan rehabilitasi hutan dan lahan disamping meningkatkan produktifitas usaha kehutanan.

Para pelaku usaha yang diundang dalam acara ini secara aktif mengutarakan masukan-masukannya. Demikian juga para undangan Akademisi memberikan usulan konstruktif atas rancangan perkapus tentang Pedoman Permohonan Pembiayaan Fasilitas Dana Bergulir Usaha Kehutanan khusus Off Farm.

Wood Pellet Plant | PT Rona Niaga Raya, Ciamis – Jawa Barat. | Debitur Pusat P2H | img src: egallery.blup3h.id

Salah satu suksesor FDB yakni PT Rona Niaga Raya, di kabupaten Ciamis, provinsi Jawa Barat. Perusahaan kehutanan Off Farm yang memproduksi wood pellet, merubah limbah gergajian kayu menjadi sumber bahan bakar pengganti batu bara. Dari keuntungan per 1 Kg yang diperoleh,  sekian persen dialokasikan untuk pengembangan usaha kehutanan On Farm.

Prinsip yang dianut dalam rancangan perkapus tentang Pedoman Permohonan Pembiayaan Fasilitas Dana Bergulir Usaha Kehutanan khusus Off Farm adalah kemudahan persyaratan dalam tahap permohonan (pengajuan proposal).

Selain itu dalam rancangan perkapus yang baru ditekankan aspek sinergitas antara usaha kehutanan On Farm dan Off Farm, serta juga dirumuskan juga parameter yang jelas menyoal siapa yang berhak mendapatkan Fasilitas Dana Bergulir skema pinjaman, menimbang jenis-jenis usaha kehutanan yang tengah berkembang pesat.

Konklusi

Dengan penyempurnaan Peraturan Kepala Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan Nomor: P.2/P2H/APK/SET.1/11/2016 dapat merubah mindset masyarakat mengenai bisnis kehutanan menjadi sesuatu yang menarik dan produktif, sehingga hal tersebut secara nyata dapat mereduksi kasus pembakaran hutan dan lahan. Kemudian dalam memberikan kemudahan terhadap calon debitur (masyarakat pelaku usaha kehutanan) pada tahap permohomam pinjaman (pengajuan proposal) tidak berarti mengenyampingkan aspek kehati-hatian. Hal tersebut dapat dipenuhi dengan jalan mengoptimalkan fungsi petugas lapangan Pusat P2H untuk menggali info lokalitas, yakni perilaku agents (penerima pinjaman) dalam kegiatan bisnisnya. – AFN

[/vc_column_text][vc_facebook][/vc_column][/vc_row]

shares