Pusat Bantu Petani Jabon

Pusat Bantu Petani Jabon

Pangdam IM, Mayjen TNI Pandu Wibowo menanam pohon jabon di Gampong Desa Lamkling, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, Kamis (21/11), pada acara penanaman serentak program menabung 20 juta pohon kerjasama TNI AD dan PT Pertamina (Persero). SERAMBI/MISRAN ASRI

BANDA ACEH – Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan (P2H) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyerahkan pinjaman Rp 399.208.800 kepada delapan petani jabon yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan Rakyat (KTHR) Jabon Sejahtera, Kemukiman Lamteuba, Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar.

Penandatanganan perjanjian di atas akta notaris terhadap pinjaman tunda tebang hutan rakyat itu oleh Kabag Keuangan dan Umum BLU Pusat P2H KLHK, Ir Karman MM dan penerima pinjaman. Acara di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Kamis (19/10) itu, bersamaan dengan temu usaha kehutanan yang diikuti para petani hutan rakyat.

Turut menyaksikan penandatanganan ini, Kepala Dinas LHK Aceh, Saminuddin B Tou, pihak BRI KCP Simpang Surabaya, Banda Aceh, dan Ketua Bidang I Asosiasi Pengembang Kayu Jabon(Aspekja) Aceh, Edi Mulyadi.

Karman MM dalam sambutannya berharap pinjaman dana bergulir secara bertahap itu benar-benar dimanfaatkan untuk usaha produktif pengembangan hutan rakyat. “Nanti bantuan ini akan kami salur ke rekening masing-masing penerima melalui rekening Tabunganku BRI KCP Simpang Surabaya,” kata Karman.

Seusai acara ini, Karman kepada Serambi mengatakan awalnya ada tiga KTHR melalui Aspekja Aceh mengajukan permohonan pinjaman modal usaha yang berbunga hanya 6,5 persen ini, namun setelah diverifikasi petugas, hanya delapan petani dalam KTHR Jabon Sejahtera yang berhak mendapat pinjaman itu.

“Mereka memenuhi syarat, antara lain karena lima di antaranya status kebun jabon mereka itu sudah bersertifikat hak milik diterbitkan BPN dan tiga lagi berakta jual beli dikeluarkan camat.

Sedangkan yang tidak memenuhi syarat, misalnya status sahnya lahan tersebut baru berdasarkan surat keterangan kepala desa,” kata Karman.

Pinjaman yang akan disalurkan secara bertahap melalui Tabunganku BRI ini, kata Karman bervariasi untuk masing-masing penerima itu mulai Rp 30 juta hingga Rp 100 juta lebih per orang, tergantung luasnya kebun jabon.

Karman menambahkan, cara mendapat pinjaman sejenis ini di BLU P2H KLHK, kemarin juga disosialisasikan saat temu usaha kehutanan yang diikuti para petani perkebunan rakyat di Hotel Hermes Palace.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas LHK Aceh, Saminuddin B Tou berjanji akan mencari investor untuk membangun pabrik pengolahan jabon di Aceh, sehingga pohon yang bisa cepat diolah untuk berbagai bahan baku perabot, seperti triplek ini bisa ditampung di Aceh.

Kemarin, Kabag Keuangan dan Umum BLU P2H KLHK, Karman juga menjelaskan cara mendapat pinjaman pengelolaan hutan rakyat yang salah satunya melalui pinjaman tunda tebang, seperti petani jabon di Lamteuba, yakni mengajukan proposal permohonan ke KLHK. Kemudian nanti petugas BLU P2H KLHK melakukan analisis administrasi, seperti kelengkapan surat-surat lahan. “Selanjutnya petugas melakukan verifikasi lapangan, termasuk untuk menentukan nilai pinjaman dengan melihat jumlah pohon yang ada,” jelas Karman didampingi petugas lainnya Bama Antani. (sal)

(sumber : http://aceh.tribunnews.com/2017/10/20/pusat-bantu-petani-jabon)

top