Berita

Penyiapan Calon penerima FDB Prospektif di Jawa Timur oleh Pusat P2H, Kementerian LHK

Jakarta – Skema pinjaman dan skema bagi hasil merupakan 2 skema pembiayaan yang ditawarkan BLU Pusat P2H kepada masyarakat luas. Untuk meningkatkan akses bagi calon penerima dan calon pengelola FDB yang prospektif untuk mendapatkan fasilitas dana bergulir, Pusat P2H menyelenggarakan kegiatan Temu Usaha Kehutanan. Output dari kegiatan ini diperolehnya data potensi calon penerima FDB, potensi lokasi, potensi luas areal yang dapat difasilitasi oleh BLU Pusat P2H untuk usaha kehutanan skema pinjaman dan/ atau bagi hasil (on farm dan off farm) di Provinsi Jawa Timur. Peserta temu usaha kehutanan sebanyak 107 orang yang terdiri dari pemangku kebijakan (BLU Pusat P2H, Dinas Kehutanan Prov. Jatim, UPTPH Wil I-IX Prov. Jatim, BPDASHL Brantas Sampean, Perum Perhutani, Perum Jasa Tirta), pelaku usaha kehutanan, petani/penggarap/pemilik lahan), pelaku pasar usaha kehutanan, praktisi dan akademisi. Acara Temu Usaha Kehutanan diselenggarakan pada 20-21 April 2017 di Savana Hotel Kota Malang provinsi Jawa Timur

Jawa Timur merupakan daerah yang berpotensi untuk pengembangan usaha kehutanan dengan luas wilayah ±47.800 Ha dan jumlah penduduk ±38,85 juta jiwa pada tahun 2015. Penyelenggaraan Temu Usaha Kehutanan ini diharapkan dapat mendorong munculnya pelaku-pelaku usaha kehutanan, baik on farm ataupun off farm.

Fasilitas dana bergulir BLU Pusat P2H dengan ciri khas bunga rendah dan jangka waktu pengembalian yang panjang merupakan peluang yang harus disambut oleh pelaku-pelaku usaha kehutanan. Jenis pinjaman yang bervariasi, terbentang dari usaha hulu sampai hilir memberikan banyak pilihan untuk memulai usaha kehutanan. Terdapat 11 jenis pembiayaan pada skema pinjaman dan 6 jenis pembiayaan pada skema bagi hasil, memberikan ruang yang luas untuk memulai maupun mengembangkan usaha kehutanan di wilayah Prov. Jatim.

Usaha kehutanan yang dapat dibiayai oleh BLU Pusat P2H tidak hanya untuk komoditas kehutanan, namun dapat pula membiayai usaha kehutanan wanatani (agroforestry) yang didalamnya terdapat penggabungan tanaman kehutanan dan pertanian. Jawa Timur merupakan daerah yang berpotensi untuk tanaman Porang (Amorphopallus oncophillus). Porang merupakan tanaman toleran terhadap naungan sangat prospektif dikombinasikan dengan tanaman kehutanan.

Suasana temu usaha kehutanan

Tindak lanjut dari kegiatan ini antara lain: identifikasi dan bimbingan proposal terhadap KTH binaan BPDAS Brantas Sampean, pemanfaatan zona adaptif kawasan hutan produksi yang dikelola oleh Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur, identifikasi areal yang prospektif untuk usaha kehutanan (agrowisata, buah-buahan dan kemiri sunan) pada areal Perum Jasa Tirta I serta pembuatan nota kesapahaman antara Perum Jasa Tirta I dengan calon pengelola pembiayaan skema bagi hasil (Rumah Mikro Indonesia, PT. Darma Prema Bioenergi, PT Indigofera Jabar Mandiri, PT Jati Kelola Prima).

Pada kesempatan ini, Perum Perhutani merekomendasikan lebih dari 600 Kelompok Tani Hutan yang sudah mandiri untuk bermitra dengan BLU Pusat P2H. Selain itu, industri pengolahan kayu yang tersebar di beberapa kabupaten di Jawa Timur juga berniat untuk menjalin kerjasama pembiayaan dengan BLU Pusat P2H.

Usaha kehutanan diharapkan dapat menjadi salah satu solusi pengentasan kemiskinan, dengan dampak yang tidak hanya terpaku pada lingkungan saja, namun berdampak pula pada sosial dan ekonomi masyarakat.