BLU Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan Kerjasama dengan Yayasan Kehutanan Indonesia

BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com-Guna percepatan program perhutanan sosial di Jawa, pemerintah perlu memastikan persoalan aset dan akses program perhutanan sosial  segera diatasi. Untuk memfasilitasi pemenuhan kebutuhan petani dalam mengakses pembiayaan dalam rangka pemanfaatan hutan perhutanan sosial, Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan (BLU Pusat P2H) di KLHK bekerjasama dengan Yayasan Kehutanan Indonesia. Sebuah  kerjasama penyiapan fasilitas pinjaman bagi petani penerima izin pemanfaatan hutan perhutanan sosial (IPHPS) antara Yayasan Kehutanan Indonesia dan BLU-Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan telah ditandatangani pada tanggal 9 Agustus 2017, di Kantor BLU Pusat P2H, Jakarta.

Melalui penandatanganan kerjasama ini, kedua lembaga menyepakati beberapa butir kerjasama di antaranya persiapan pinjaman bergulir di area  ijin pemanfaatan hutan perhutanan sosial (IPHPS),pembiayaan untuk kegiatan sosialisasi pembiayaan oleh BLU, penguatan kelembagaan, pemetaan, penataan lahan, penyusunan rencana pemanfaatan lahan dan rencana usaha, serta aspek-aspek paralegal pendukung.

Kerjasama dalam sisi pembiayaan ini dinilai penting karena menyasar langsung pada petani hutan untuk menghadapi tantangan pemanfaatan kawasan hutan terkait akses sumberdaya.

Kepala BLU Pusat P2H, Agus Isnantio Rahmadi,  menyatakan, pembiayaan usaha kehutanan berbasis rakyat adalah bagian dari mandat utama yang diemban oleh BLU P2H untuk mensukseskan program Presiden Joko Widodo bagi peningkatan  kesejahteraan masyarakat petani sekitar hutan.

“Kami perlu melakukan kerjasama dengan pihak terkait untuk mengatasi keterbatasan kami dalam menjangkau petani-petani kecil di sekitar hutan di Indonesia. Bekerjasama dengan Yayasan Kehutanan Indonesia (YKI) kami pandang sebuah langkah tepat dan konkret untuk membantu petani, karena YKI memiliki jaringan yang kuat dengan kelompok-kelompok petani,” ujar Agus, dalam siaran persnya, Kamis (10/08/2017).

Agus juga menekankan bahwa BLU Pusat P2H tidak berorientasi pada keuntungan (profit), tetapi pada pelayanan. Penandatanganan nota kerjasama ini juga turut dihadiri beberapa pejabat dari BLU Pusat P2H, termasuk Direktur Pembiayaan BLU Pusat P2H, Direktur Operasional serta Direktur Investasi.

“Kami juga akan mendapat dukungan penuh dari BLU Pusat P2H dalam memberikan bimbingan penyusunan proposal pembiayaan Fasilitas Dana Bergulir (FDB) kepada petani yang bekerja dalam jaringan kami,” Taru J Wisnu, Ketua Umum Yayasan Kehutanan Indonesia, menjelaskan.

Yayasan Kehutanan Indonesia mengakui telah membangun jaringan luas yang memayungi gerakan para petani untuk pengeloaan hutan di wilayah perhutanan sosial dan reforma agraria. “Kami juga bekerja bersama jaringan relawan pendukung Presiden Joko Widodo yang tergabung di Komunitas Rejo Semut Ireng di berbagai kabupaten di wilayah Jawa,” lanjut Taru.

Berikutnya, sebagai tindak lanjut dari kerjasama ini, BLU akan turun langsung ke lapangan bersama YKI untuk melakukan sosialisasi pembiayaan IPHPS kepada berbagai pemangku kepentingan terkait, serta akan terlibat dalam penataan lahan. “Untuk tahap awal, kami akan melakukan sosialisasi di beberapa wilayah di Kabupaten Pemalang dan Bandung,” tutur Siti Fikriyah, Direktur Eksekutif Yayasan Kehutanan Indonesia, yang selama ini telah melakukan pendampingan petani di banyak wilayah di Indonesia.(rel)

top